MOSKOW,Kabar dunia.com - Aksi kejahatan rasial di Rusia telah menewaskan 15 orang dan melukai 100 orang lainnya dalam empat bulan terakhir.
Dalam laporannya, SOVA, LSM yang melacak kekerasan atas dasar kebencian pada suku bangsa lain di Rusia, mengatakan, 15 orang tewas dan 100 orang lainnya terluka dalam berbagai kasus yang terjadi antara Januari dan April 2010.
Namun angka kematian karena kejahatan rasial di Rusia itu menurun separuhnya dibanding tahun lalu. Pada periode yang sama tahun lalu, tercatat 30 orang tewas dan 149 orang terluka, sebut laporan LSM itu.
Kalangan nasionalis Rusia ditengarai berada di belakang sejumlah serangan bernuasa rasial itu. Para korban mereka biasanya adalah imigran kulit hitam asal negara-negara bekas Uni Soviet.
Sebagian besar dari para korban itu adalah warga Muslim yang datang ke Rusia untuk bekerja.
SOVA tidak menjelaskan faktor penyebab penurunan itu. Beberapa aktivis hak asasi manusia mengatakan, kekerasan rasial di Rusia mereda karena pemerintah kini lebih keras dalam menuntut hukuman bagi para pelaku.
Pada April lalu, Hakim Moskow Eduard Chuvashov (47) ditembak mati ketika ia berangkat kerja. Beberapa pejabat pemerintah yang dikutip media Rusia mengatakan, serangan yang merenggut nyawa Chuvashov itu mungkin dilakukan para nasionalis baru.
Chuvashov sebelumnya menghukum beberapa anggota dua kelompok kanan jauh yang terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap orang-orang yang penampilannya dianggap "tidak Slavia".(RSL)
Dalam laporannya, SOVA, LSM yang melacak kekerasan atas dasar kebencian pada suku bangsa lain di Rusia, mengatakan, 15 orang tewas dan 100 orang lainnya terluka dalam berbagai kasus yang terjadi antara Januari dan April 2010.Namun angka kematian karena kejahatan rasial di Rusia itu menurun separuhnya dibanding tahun lalu. Pada periode yang sama tahun lalu, tercatat 30 orang tewas dan 149 orang terluka, sebut laporan LSM itu.
Kalangan nasionalis Rusia ditengarai berada di belakang sejumlah serangan bernuasa rasial itu. Para korban mereka biasanya adalah imigran kulit hitam asal negara-negara bekas Uni Soviet.
Sebagian besar dari para korban itu adalah warga Muslim yang datang ke Rusia untuk bekerja.
SOVA tidak menjelaskan faktor penyebab penurunan itu. Beberapa aktivis hak asasi manusia mengatakan, kekerasan rasial di Rusia mereda karena pemerintah kini lebih keras dalam menuntut hukuman bagi para pelaku.
Pada April lalu, Hakim Moskow Eduard Chuvashov (47) ditembak mati ketika ia berangkat kerja. Beberapa pejabat pemerintah yang dikutip media Rusia mengatakan, serangan yang merenggut nyawa Chuvashov itu mungkin dilakukan para nasionalis baru.
Chuvashov sebelumnya menghukum beberapa anggota dua kelompok kanan jauh yang terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap orang-orang yang penampilannya dianggap "tidak Slavia".(RSL)
0 comments